URGENSI PESANTREN

Oleh: Farid Priandi;

Pendidikan merupakan jalan para Nabi dan Rasul untuk menyebarkan agama Allah ﷻ, mereka berdakwah kepada manusia melalui jalan Tarbiyyah menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, tidak serta merta mendapatkan wahyu kemudian langsung mengorasikannya di depan umum, akan tetapi ada metode yang ditempuh secara bertahap untuk membentuk sebuah jama’ah yang kuat dan kokoh. Kita bisa melihat Islam telah menjadi agama paling berpengaruh di dunia, ±30% penduduk di dunia adalah orang Islam, itu merupakan hasil dari pada proses tarbiyyah yang dilakukan oleh nabi Muhammad ﷺ, beliau mengajak orang-orang terdekatnya terlebih dahulu kemudian beliau mengajak para sahabatnya, kemudian mendidik mereka melalui wahyu yang diterima, sehingga pondasi yang tak terlihat pun terbentuk di dalam setiap hati mereka sampai mereka teguh pendiriannya, sampai pada akhirnya berkembang dan menyebarlah agama ini di setiap pejuru dunia.

Begitulah singkatnya agama ini disebarkan, memang harus melalui Pendidikan yang baik dan dirancang dengan kurikulum yang terstruktur, sebagaimana langkah yang ditempuh oleh sekolah-sekolah Islam di dunia, tidak terkecuali di Indonesia yang memiliki 26.973 pesantren yang tersebar di 34 provinsi (Kementrian Agama RI, 2020), merupakan betuk dari implementasi dalam menyebarkan agama Islam secara efektif dan sustainable, dari perut pesantrenlah lahir para ulama besar yang memiliki kapasitas keilmuan yang luas dan berpengaruh di dunia Islam.

  • Apa Itu Pesantren?

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mendidik para kawala muda dengan keilmuan yang berbasis agama islam, seperti aqidah, fiqh, muamalah dan qiro’ah. Biasanya setiap pesantren memiliki ciri khas pendidikan masing-masing, ada yang fokus dengan tahfizhul qur’an, kajian kitab kuning, pembentukan da’i. Setiap sistem yang dibentuk oleh masing-masing pesantren dalam menjalankan program pendidikannya sama-sama ditujukan untuk “Pembentukan Karakter” anak bangsa ini, agar mereka memiliki skill dan intelektual yang mampu memimpin negeri ini dengan baik, merekalah yang akan menjalankan roda kehidupan di negaranya Indonesia. Sehingga harapan setiap pesantren pasti menginginkan masa depan yang dipenuhi oleh orang-orang islam yang faham akan agamanya, mau apapun pekerjaan mulianya agama ada di hati mereka dan diimplementasikan dalam setiap sendi-sendi kehidupan mereka termasuk dalam bekerja.

  • Pentingnya Masuk Pesantren

Pada hakikatnya kehidupan yang akan dibangun di masa depan adalah tergantung para pemuda saat ini, sehingga pendidikan sangat penting bagi mereka agar bisa menjalankan roda kehidupan dengan baik. Peran pesantren sebagai sekolah Islam di dalam dunia pendidikan sangatlah urgent untuk menjaga akidah umat islam dari krisis pemikiran yang melanda umat, seperti beberapa pemikiran menyimpang yang telah disuntikkan ke dalam pemikiran masyarakat, seperti bolehnya LGBT, penggunaan narkoba, dll. Maka dari itu di pesantren lah para pemuda akan diblok dari pemikiran yang menyimpang, sehingga di masa depan mereka tidak akan terpengaruh sedikitpun oleh pemikiran-pemikiran yang merusak kehidupan berbangsa dan bernegara terutama di republik kita tercinta Indonesia.

  • Pesantren Tidak Tertinggal Zaman

Orang salah menilai ketika mengatakan bahwa pesantren adalah sekolah bagi orang-orang yang pemikirannya tidak maju, keilmuannya hanya terfokus di keagamaan saja, tidak mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Padahal di pesantren para santri diajarkan life skill, organisasi, dan ekstrakurikuler yang meningkatkan kemampuan santri di bidangnya, apalagi kegiatan di pesantren relatif fleksibel sesuai permintaan para santri, karena para ustadznya memiliki bakat yang bermacam-macam, sehingga mampu melatih para santri sesuai minat dan bakatnya. Salah satu pesantren yang modern adalah SIT (Sekolah Islam Terpadu) Boarding School, karena selain mereka mempelajari ilmu keagamaan, mereka juga diisi dengan mata pelajaran sekolah-sekolah pada umummnya, karena mengikuti kurikulum Kemendikbud, sehingga para santri nanti setelah lulus dari pesantren, bisa meneruskan ke jenjang perguruan tinggi manapun, sesuai dengan kemampuannya, bisa masuk di kampus yang berbasis agama dan tetap relevan untuk masuk ke kampus-kampus umum baik negeri maupun swasta. (FP)