Berita

YPI AL UKHUWAH MELAKSANAKAN SHALAT ISTISQA

Oleh: Galih Insan Muzaki, S.Pd

Dalam beberapa pekan, bahkan beberapa bulan kebelakang, kita merasakan panas yang luar biasa, terlihat dilingkungan sekitar, ladang dan sawah mulai kering, sungai juga debit air sudah berkurang, bahkan beberapa sungai kering.
Beberapa daerah, dikabarkan sampai terjadi kebakaran hutan, dengan cuaca ekstrim.
BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada minggu terakhir Agustus 2023 yang dipicu fenomena El Nino. “Dasarnya kan dari penghitungan suhu muka air laut lalu dihitung dalam indeks atau anomali.”
Oleh karenanya, YPI Al-Ukhuwah menangkap fenomena cuaca tersebut, dengan berinisiatif melaksanakan syariat yakni shalat Istisqa, meminta hujan.
Istisqa sendiri berarti curahan air penghidupan (thalab al-saqya).
Para ulama Fiqh mendefinisikan salat Istisqa sebagai salat Sunnah muakkadah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan.
Salat Istisqa dilaksanakan di lapangan SDIT dan SMAIT Al-Ukhuwah, Seluruh siswa dari SDIT, SMPIT, dan SMAIT Al-Ukhuwah bersama jajaran yayasan dan guru turut serta melaksanakan.

Yang menjadi Imam, untuk area Ikhwan, oleh Pembina yayasan, Abi Tata, dan menjadi imam di akhwat, pengawas yayasan Abi Ade.
Amanah dari khatib, bahwa langit milik Allah Swt, karena itu, memintalah hujan kepada pemilik langit, Allah Swt.
Dengan adanya fenomena ini, jangan sampai malah mengundang malapetaka, berbuat syirik dengan meminta hujan kepada pawang-pawang, jelas tidak sesuai syariat.
Kegiatan shalat istisqa, diakhiri dengan doa bersama, sesuai syariat menengadahkan tangan dan bershadaqah.
Harapan bersama, setelah salat, semoga Allah Swt memberikan yang terbaik, menurunkan hujan, dengan penuh rahmat-Nya. Tidak hanya akan dirasakan oleh kita manusia, hujan akan membawa keberkahan, bagi hewan, ladang, sawah, dan semuanya.

Asyik….. Pacaran menurut pandangan Islam boleh?

Oleh: Subakti Indrajaya, SH.

Bismillahirrahmanirrahiim

SWEET FEBRUARY… begitulah kebanyakan  remaja   jaman sekarang  menyambut bulan Februari.. kenapa? … yap betul, karena pada bulan ini terselip tanggal 14  sebagai hari valentine yang dijadikan symbol hari “kasih sayang”  yang di  nanti-nanti….(betulkah hari kasih sayang..?)

Lantas dengan  cara apakah muda-mudi memperingatinya? Katanya  kalo masih jomblo dihari yang spesial ini mereka akan nembak targetannya (kaya tentara aza)..^_^  dan adapun yang sudah “jadian”  katanya mereka merayakannya dengan ngobrol dua-duaan (seolah-olah dunia milik berdua  yang laen ngontrak),  jalan-jalan,  mojok kayak tikus, pesta-pesta, dan berbagai kenakalan muda-mudi saat berduaan, mungkin minimalnya mereka akan saling berpandangan (bukan saling pelototin) sambil berpegangan tangan dan tentunya akan beranjak ketahapan berikutnya sehingga sampailah kepada perbuatan dosa besar yaitu perzinahan.

This enough….baik kita fokus kembali kepada judul artikel ini, ok .. kalian jangan dulu GR, bahagia dan berbunga-bunga dulu karena membaca judulnya “Asyik…..Pacaran menurut pandangan Islam boleh? heheh ,,,,lihat… eh ternyata ada tanda tanyanya.. apa artinya? Artinya adalah SEBUAH PERTANYAAN.. apakah ada istilah pacaran dalam Islam? Ataukah boleh gak pacaran menurut pandangan hukum Islam?….kayaknya jika kita bahas pertanyaan-pertanyaan tersebut secara SERIeS dan menDALAM,  artikel-artikelan ini bakal jadi artikel beneran :). 

Mari kita sama-sama memperhatikan realita yang ada jika ada pasangan yang sedang berduaan pacaran, apa yang biasanaya mereka lakukan? Mungkin yang pernah mengalami akan mengungkapkan bahwa pacaran itu umumnya akan diawali dari pandangan (zina mata) dan  disampaikan dengan sebuah pernyataan (zina lisan) CINTA/KASIH SAYANG (ingat ni kepada yang BUKAN MAHRAMnya) yang ingin berbalas, dilanjutkan dengan walking-walking (maksudbya: jalan-jalan) berduaan, selanjutnya…eh tuh ada tempat sepi atau… nonton yuk?..duduk di kursi yang paling belakang sekalllee…setelah itu..(INGAT syetan itu walupun  tidak ikutan Fitnes, tetapi tenaganya sangat kuat sekali mendorong manusia untuk selalu berbuat maksiat),  selanjutnya ada sebuah pengharapan (awas zina hati), SENSOR 17 thn ke atas,  diawali dengan saling berpegangan…selanjutnya…….janjian lagi ah…di hari yang lain…selanjutnya…Teng-teng-teng Sensor lagi…sudah berani mencium Naudzubillahimindzalik…dan selanjutnya..(udah jangan dipikirkan/dibayangkan)  pokoknya, minimal berbagai hal kemaksiatan dilakukan dan akhirnya tidak menutup kemungkinan perzinahanpun dilakukan Naudzubillahimindzalik tsuma Naudzubillahimindzalik.

Mari kita sama-sama kaji dan perhatikan penjelasan di bawah ini, jikalau perbuatan pacaran itu  kategorinya sama dengan perbuatan-perbuatan yang telah disebutkan di atas,  maka bagaimana pandangan tentang perbuatan tersebut :

Allah SWT berfirman  : “Dan JANGANLAH kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra : 32).

Untuk menghindari arah perbuatan yang dapat menjerumuskan pada hal tersebut Allah SWT membuat rambu-rambu, yaitu:

Tolong untuk menjaga pandangan dan menutup auratnya

Khusus untuk laki-laki Allah SWT berfirman: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara (menjaga) kemaluannya, yang begitu lebih suci bagi mereka….(Annur : 30)

Khusus untuk perempuan Allah SWT berfirman: “Katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara (menjaga) kemaluannya, dan janganlah menampakan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat……(Annur : 30)

Hai kalian….!! Tidak boleh “mojok” berduaan, (eit..berjamaah/berpasangan pun tidak boleh DONK….!) Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan perempuan (bukan mahram) karena yang ketiganya adalah syetan (HR. Abu Dawud)

Eit jaga tangannya….! Jangan menyentuh bukan mahram, Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa berjabat tangan dengan perempuan yang bukan mahramnya maka dia di murkai Allah Azza wajalla (HR. Ibnu Baabawih), Hadist  riwayat lain mengatakan : ” lebih baik ditusuk oleh jarum dari besi sampai dengan kepala daripada menyentuh wanita bukan mahranya…..”

Hai…. Jangan “TP” (Tebar Pesona) Rasulullah SAW bersabda : “Tiap menjelang pagi hari dua malaikat berseru: “celakalah laki-laki dari godaan wanita dan celakalah wanita dari godaan laki-laki” (HR. Ibnu Majah dan Hakim), Khusus bagi  perempuan : Rasulullah SAW bersabda: “seorang wanita yang memakai minyak wangi  lalu lewat di tengah-tengah suatu kaum dengan maksud agar mereka menghirup bau harumnya maka wanita itu adalah “zaniyah”. (HR. Anasaa`i)

Rasulullah menggambarkan bagaimana bani Adam akan terperosok kepada perzinahan yang seutuhnya, Abu Hurairrah RA dari Rasulullah SAW :………”Zina mata melihat (perempuan), zina  lidah berbicara dan zina hati mengharap dan menginginkan, hanya anggota kemaluan yang menentukan benar atau tidaknya berzinah” (HR. Bukhari)

Baik, jadi kesimpulannya  menurut pandangan Islam jelas sekali bahwa pacaran tidak boleh, karena pacaran adalah perbuatan maksiat,  sebagai jalan syetan untuk penjerumuskan manusia supaya manusia terjatuh kepada dosa besar! Tidak ada istilahnya pacaran Islami, pacaran sesuai Sayriat yang dimula dengan baca basmalah dan diakhiri dengan baca hamdalah :), yang ada pacaran itu adalah perbuatan yang akan menjerumuskan orang-orang yang beriman masuk jatuh ke lembah dosa. 

Wallahu`alam 

 

Memperingati HUT RI ke-77 Yayasan Pendidikan Islam Al-Ukhuwah Melaksanakan Upacara Kemerdekaan

Pagaden, (17/08) Upacara peringatan HUT RI ke-77 dilaksanakan di lapangan utama SMAIT Al-Ukhuwah, diikuti oleh seluruh siswa SMP dan SMA, guru, pembimbing asrama, serta seluruh karyawan.
Pemimpin upacara HUT RI, diamanahkan kepada Ananda Ibrahim Syaikah Nawawi, siswa SMPIT Al-Ukhuwah kelas IX yang berasal dari Blanakan.

Upacara HUT RI ke-77, mendaulat 19 siswa SMAIT Al-Ukhuwah, sebagai pasukan pengibar bendera, yang di komandoi oleh Ananda Yahya Sholah, merupakan siswa kelas XII IPA, asal dari gambarsari.
Pengibar bendera, oleh Ananda Sammy Ikhsan Ardila, kelas XI IPS, asal dari pagaden, Subhanur Ilyas, kelas XI IPS, asal dari Bekasi, dan Husni Rijalulhaq, kelas XII IPA, asal dari Pagaden.

Pembina upacara dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan KH. Sugianto, S.Ip, S.An, menyampaikan amanat, dalam momentum HUT RI ke-77 agar mampu mengisi kemerdekaan dengan amal nyata bagi diri, keluarga, dan bangsa. 77 tahun lalu, bangsa Indonesia menyampaikan pada dunia, pada 17 Agustus 1945, menyatakan kemerdekaannya setelah melalui perjuangan panjang. Usia 77 tahun merupakan usia bukan sedikit, usia 77 tahun kalau diukur usia manusia, adalah menghadapi masa tua, tapi tidak penting usia tersebut, yang penting ada 2 hal yang perlu diperhatikan oleh anak bangsa. Pertama, menjaga kesatuan Republik Indonesia, beragam suku dan ras, beragam agama, beragam pulau melingkupi Indonesia, bahwa perbedaan itu suatu keniscayaan. Allah Swt menciptakan manusia dari beragam suku dan golongan, terpenting adalah menjaga kesatuan. Kewajiban kita sekarang, bagaimana berusaha menjaga NKRI tetap menjadi satu kesatuan, tidak boleh ada yang memporak-porandakan NKRI, maka kita sebagai garda terdepan jangan biarkan jika ada yang mengganggu kesatuan NKRI. Remaja menjadi garda terdepan. Merupakan tugas mulia, berusaha menjaga kesatuan NKRI. Jelasnya dengan penuh semangat.

Kedua, mari bersama mengisi kemerdekaan dengan karya nyata. Dengan amal yang baik, karya yang baik, ikhtiar yang baik. Sebagai pelajar dengan terus menimba ilmu, menunjukan akhlak mulia, menjadi pribadi baik, terus berbuat baik, bertatakrama baik, dengan itu semua, mampu memberi kontribusi baik, menjadi pemimpin dimasa depan.

Menjadi pemimpin masa depan, harus dipersiapkan sekarang. Tapi sebaliknya, jika masa depan ingin menjadi pemimpin yang baik, tidak dimulai dari sekarang, maka keinginan itu hanya omong kosong. Mulailah dari sekarang bersungguh-sungguh menjadi baik.
Dua hal ini yang bisa dilakukan, anak-muda menjadi garda terdepan, guru-guru menjadi pelopor, mengisi kemerdekaan dengan karya nyata, kontribusi nyata dengan penuh kesungguhan. Berikan pelayanan maksimal, inilah yang bisa kita berikan untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia ke-77. Pungkasnya. (Galih IM)

Gebyar Launching Al-Ukhuwah

18 September 2021 – Galih Insan Muzakki (GIM);

YPI AL-UKHUWAH atau YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL-UKHUWAH menggelar acara “Grand Launching Al-Ukhuwah”, didalamnya mencakup kegiatan, sosialisasi “Hijau Akhlak”, Launching PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) Tahun 2022-2023, mengenalkan tim Nasyid Al-Ukhuwah, launching Mars Al-Ukhuwah, dan juga pembukaan U-Mart mini market Al-Ukhuwah pada hari Sabtu (18/09).

Acara dibuka dengan meriah oleh Ustadz Maulana Malik Ibrahim, S.Pd.I sebagai MC yang berasal dari unit SMPIT Al-Ukhuwah. Dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Ust. Sidiq Kelsaba dari unit Tahfidz Pesantren dan disimak dengan penuh hidmat oleh seluruh peserta.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan menyanikan lagu wajib Indonesia Raya serta Mars YPI Al-Ukhuwah yang dipandu oleh tim Nasyid Al-Ukhuwah dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

Sambutan pertama disampaikan langsung oleh K.H Sugianto, S.Ip, S.An selaku ketua YPI Al-Ukhuwah Pagaden. Sambutan kedua, disampaikan oleh H. Tata Nurwita, selaku Pembina dan pengawas Yayasan. Dalam sambutannya, Pak Kyai, sapaan akrab para pegawainya itu, menjelaskan tujuan dari acara Grand Launching Al-Ukhuwah sebagai ajang silaturahmi dan juga menyamakan visi misi Al-Ukhuwah masa depan.

“Momentum launching ini sebagai ajang silaturahmi, juga untuk menyamakan persepsi serta obsesi antara lembaga pendidikan dengan seluruh masyarakat sekitar. Terkait pengelolaan lembaga pendidikan, secara rinci akan disampaikan oleh masing-masing penanggung jawab dalam acara ini.” Tuturnya.

Sekolah Hijau Ahlak

Dala kegiatan pembukaan sekolah hijau, Pak Kyai menjelaskan terkait sekolah dan pesantren Hijau Ahlak. “Saya akan menjelaskan terkait sekolah dan pesantren hijau akhlak, serta alasan kenapa kita mengambil nama hijau akhlak.” Imbuhnya.

“Pertama, hijau itu menggambarkan hijaunya lingkungan Al-Ukhuwah, ditengah panasnya pantura, seolah menemukan oasis yaitu hijaunya di Al-Ukhuwah. Terbayang begitu masuk disambut bunga-bunga yang bermekaran, ada yang warna kuning, hijau, warna warni dan sebagainya. Begitu masuk, begitu rindangnya, sehingga anak-anak belajar dibawah pepohonan. Saya selalu menekankan, burung-burung yang bersarang dibiarkan sehingga nyaman bersarang di Al-Ukhuwah ini. Saya senang, rutin ba’da subuh burung-burung itu bersiul, jangan ganggu burung-burung itu. Sehingga waktu belajar burung ikut menghampiri dengan aman.” Jelas Pak Kyai dengan penuh semangat. “Yang kedua, terkait akhlak, disamping lingkungannya hijau, tapi kami memiliki komitmen kedepannya, bagaimana akhlak anak-anak kita TKIT, SDIT, SMPIT, SMAIT dan Pondok Pesantren, itu memberikan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat, terutama orang tuanya.”

Launching PPDB 2022-2023

Pada acara ini juga, Pak Kyai meresmikan launcing PPDB untuk penerimaan siswa tahun 2022-2023, walaupun waktunya masih panjang, mulai hari ini 18 september 2021 dan mulai tanggal 1 oktober 2021 akan dibuka penerimaan peserta didik baru.

“Kami punya obsesi, saya sudah meminta kepada panitia ppdb, dan panitia ppdb ini sudah siap bertempur di lapangan. Ada tujuh panitia ppdb ini, yang dinamai The Seven Dream. Tujuh panitia ppdb yang memiliki mimpi, bagaimana tahun 2022-2023, saya amanahkan pada the seven dream tersebut untuk mendatangkan siswa dari 33 propinsi di indonesa, saya mau santri ada yang dari maluku, dari sumatera, dari Kalimantan. Itu tugas mereka. Bahkan akan merekrut dari negara-negara asia.” Tegasnya.

Tim Nasyid “The With You”

Beberapa lembaga besar selalu memiliki tim nasyid, contohnya lembaga Daarut Tauhid yang dimiliki Aa Gym, mereka memiliki tim nasyid “The Fikr”. Lembaga besar lain seperti gontor juga ada tim nasyidnya. Nah ini yang menjadi landasan dibentuknya tim nasyid al-ukhuwah yaitu “The With You”.

“Lembaga besar itu tidak lepas dengan tim nasyidnya, karena ada unsur hiburannya. Insya Allah tim nasyid akan memberikan pelayanan-pelayanan kesenian bagi anak-anak didiknya. Tim nasyid “The With You” artinya selalu bersamamu dengan personil lima orang, akan memunculkan kreasi seni yang ada di TKIT, SDIT, SMPIT, SMAIT dan Pondok Pesantren, sehingga akan membuat nyaman siswa dalam berkreasi seni.”

Mars Al-Ukhuwah

Sudah tiga puluh tiga tahun al-ukhuwah berdiri, baru sekarang tercipta mars al-ukhuwah, “Tidak kalah pentingnya, sudah tiga puluh tiga tahun Al-Ukhuwah ini, terus terang saja, baru kali ini ada mars al-ukhuwah.”  Papar Pak Kyai “Masya Allah tiba-tiba tim nasyid “Izzatul Islam”, tim nasyid terkenal itu, menawarkan kepada al-ukhuwah mengontak menawarkan untuk membuatkan mars al-ukhuwah. Padahal sebelumnya, saya sudah mengumumkan kepada guru-guru, siapa yang mampu membuat mars untuk al-ukhuwah akan mendapatkan bonus. Tapi, tidak ada guru yang mengirimkannya. Adapun satu guru yang mengirimkan, tapi hanya satu bait saja.” ungkap Pak Kyai.

“U-Mart” Mini market Al-Ukhuwah

Sebetulnya, mini market sudah ada sejak beberapa tahun dan belum ada namanya. Tetapi mulai sekarang launching U-Mart ini ke eksternal sebagai ekspansi bisnis untuk eksternal. Pak kyai menegaskan, belanja di U-Mart bahwa keuntungan ini untuk perluasan pesantren untuk kepentingan umat juga. Obsesi di yayasan ingin mendirikan Al-ukhuwah 2 di ciater. Sehingga U-mart ini bagian ikhtiar untuk pengembangan al-ukhuwah kedepannya. Dalam kondisi pandemi ini, jika mengandalkan dari SPP orang tua saja, tanpa ditopang oleh bisnis yayasan maka akan repot.

Terakhir, Pak Kyai memohon doa dan dukungan, obsesinya kepada tim ekonomi yayasan, setelah U-Mart disini sukses dan berhasil, Al-Ukhuwah akan membuat U-Mart disetiap kecamatan di kabupaten subang.  

Tips Bangkitkan Bakat Terpendam

Oleh: Raffy Ahmad Rifai (XI MIPA 2);

Berbicara soal prestasi, mungkin di antara kalian sudah banyak yang sering mengikuti kompetisi dan berhasil memenangkannya. Namun, tidak semua orang memiliki prestasi, karena diperlukan perjuangan untuk meraihnya. Prestasi merupakan keberhasilan seseorang yang dilakukan dengan usaha keras. Berprestasi tidak hanya mengharumkan nama kita, tapi juga nama keluarga, bangsa, dan negara.

Misalnya kamu seorang siswa, maka prestasi bisa diwujudkan dari hasil belajar dengan giat atau kelulusan dengan nilai yang baik. Ketika sudah mempunyai prestasi, setidaknya kamu berhasil membuktikan kepada orang lain atas usaha keras yang selama ini dilakukan. Prestasi dapat menjadi indikator (penanda) kuantitas dan kualitas yang dicapai dari suatu kegiatan.

Kamu tidak bisa hanya berdiam diri untuk bisa menemukan bakat dalam diri. Lalu, bagaimana caranya? Sebagai langkah awal, kita perlu melakukan banyak hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Yuk, simak tips berikut ini:

Temukan kegiatan yang membuatmu senang dan ingin selalu maksimal dalam melakukannya.

Bakat terpendammu hanya bisa kamu ketahui ketika sudah nyaman melakukan sesuatu. Karena ketika sudah nyaman, maka tidak ada lagi kata bosan ketika kamu harus berlama-lama untuk bisa menyelesaikannya. Bahkan, kamu ingin terus dan terus melakukannya setiap hari.

Sebagai contoh yaitu kegiatan menulis. Ada beberapa orang yang tak terlalu senang ketika harus menulis. Entah karena tidak suka dengan prosesnya sejak awal atau memang sudah merasa tidak bisa merangkai kata. Tapi ada juga orang yang senang selama proses menulis, senang ketika harus berkreasi merangkai kata-kata, dan ketika harus menumpahkan imajinasi dalam bentuk kata. Jadi, cobalah mulai sekarang lakukan segala sesuatu dan amati apa yang terjadi pada dirimu. Apakah kamu senang ketika melakukannya, atau justru merasa tertekan. Tapi, lakukan semuanya pelan-pelan saja. Jangan terburu-buru karena bakat tidak bisa ditemukan dalam waktu instan.

Kamu bisa mulai dengan melakukan sesuatu yang mudah.

Kalau masih bingung kegiatan apa yang perlu kamu lakukan lebih dulu, mulailah dengan sesuatu yang mudah. Sesuatu yang tidak harus membuatmu mengeluarkan modal atau usaha besar. Ada beberapa kegiatan yang bisa kamu lakukan seperti menggambar atau melukis, menulis, membaca puisi, atau bernyanyi. Bakat tidak selalu bersinggungan dengan sesuatu yang informal. Kamu juga bisa menemukan bakatmu dari sesuatu yang formal. Misalnya, selama ini mata pelajaran apa yang paling kamu sukai? Mata pelajaran apa yang tugasnya paling senang kamu kerjakan, bahkan mana yang nilainya paling tinggi di antara yang lain? Kemungkinan di situlah bakatmu sebenarnya. Jadi, kamu juga harus bisa jeli melihat di mana potensi kamu sebenarnya. Karena bisa jadi bakat yang kamu punya tak lepas dari aktivitas sehari-hari yang kamu kerjakan.

Jangan cepat mencoba hal baru sebelum benar-benar membuat kamu jengah.

Proses menemukan bakat bukanlah sesuatu yang bisa dikerjakan dalam waktu singkat. Karena itu, kamu pun tidak bisa terburu-buru ketika hendak menemukannya.

Tekuni kegiatan yang membuatmu nyaman saat ini.

Kunci untuk bisa menemukan bakat adalah ketekunan. Ibarat pisau yang harus terus-menerus diasah agar bisa selalu tajam sebagaimana fungsinya.

Ikuti tes minat dan bakat.

Ini adalah cara terakhir yang bisa kamu pilih ketika tak kunjung bisa menemukan apa sebetulnya bakatmu ketika sudah melakukan banyak hal. Atau ini bisa jadi pilihan instan buat kamu tanpa perlu membuang banyak tenaga dan waktu untuk melakukan beragam hal yang direkomendasikan di atas.Dengan mengikuti tes bakat, kamu diharapkan bisa lebih jelas melihat di mana bakat kamu sebetulnya. Namun, perlu diingat bahwa hasil tes bakat ini tidak 100% cocok denganmu. Oleh karena itu, untuk mencapai kesuksesan di masa depan, kamu perlu belajar inisiatif, kreatif, pantang menyerah, serta menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Karakter ini menunjukkan bahwa untuk pencapaian tertentu, dibutuhkan kerja keras. Selamat mencoba. (RAR)

RAIH KEBERHASILAN DENGAN BAKAT TERPENDAM

Oleh: Adly Anshari (XI MIPA 2);

Setiap anak terlahir istimewa dengan bakat alami yang merupakan anugerah dari Allah SWT. Tidak setiap anak memliki bakat di bidang akademik, tidak semua anak pandai di Matematika atau IPA. Ibarat kata “Ikan tidak akan pernah menang lomba memanjat pohon dengan kera, demikian juga sebaliknya kera tidak akan pernah menang lomba renang dengan ikan”, artinya setiap anak harus mengatahui dimana letak potensi bakatnya kemudian fokus di bakat tersebut untuk terus diasah agar semakin tajam. Bukan berarti mengabaikan bidang lain yang bukan bakatnya.

Potensi, kecerdasan, dan kepribadian adalah kualitas yang kita dapatkan melalui proses pertumbuhan sejak kecil hingga dewasa, dan semua potensi itu modal penting untuk menciptakan kehidupan serta pribadi yang berkualitas. Potensi inilah yang disebut dengan bakat. Setiap manusia yang terlahir semuanya pasti mempunyai bakat. Dalam usia pertumbuhan terkadang kita tidak menyadari bakat apa yang kita miliki, sehingga sering disebut dengan bakat terpendam.

Salah satu cara untuk mengetahui bakat seseorang dapat dilihat dari hobinya. Hobi dan bakat adalah dua hal yang sangat berkaitan yang sama-sama muncul dari dalam seseorang. Ketika suatu hobi yang disukai ditekuni dan didalaminya maka akan menjadi suatu bakat yang sangat memungkinkan menjadi passion dalam kehidupannya. Kita terkadang sering memisahkan antara hobi dan bakat, sehingga jarang sekali mengembangkan hobi menjadi suatu bakat.

Setiap manusia diberi karunia bakat yang berbeda. Ada yang diberi bakat menulis, menggambar, menyanyi, berjualan, ataupun memasak. Meski sebenarnya semua hal tersebut bisa kita pelajari, namun bagi mereka yang memang memiliki bakat, mereka mempunyai kemampuan yang alami yang membuat mereka lebih mudah dan cepat dalam mempelajari bidang-bidang tersebut.

Tapi, agar sebuah bakat bisa berkembang, perlu juga diiringi dengan minat dan latihan. Sebuah bakat yang tak diiringi dengan minat dan latihan hanya akan menjadi bakat terpendam karena tak berkembang. Ada kalanya juga seseorang memiliki bakat, tapi ia tak betul-betul memiliki minat di dalamnya karena tak selalu diiringi dengan minat. Ini pula yang membuat sebuah bakat tak berkembang dengan maksimal.

Siswa-siswi SMA IT Al-Ukhuwah juga memiliki bakat terpendam, lho. Sebut saja salah satunya yaitu Hilmi Yahya Ayyasi, Yahya panggilannya, dia salah satu siswa SMA IT Al-Ukhuwah yang berprestasi di pelajaran Matematika. Yahya pernah meraih peringkat 2 besar OSN Mathematics International Olympiad. Selain di bidang akademik, Yahya juga telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an nya sebanyak 30 juz.

“Saya sangat terinspirasi oleh Kak Hilmi, karena dari beliau saya dapat mengambil pembelajaran bahwa tidak hanya bidang akademik saja yang harus kita kedepankan, tetapi ilmu akhirat pun harus lebih utama dan lebih penting untuk kita pelajari,” ujar Adly Anshari salah seorang siswa kelas XI SMA IT Al-Ukhuwah. Dengan kata lain, di pesantren yang salah satu contohnya adalah Pondok Pesantren Al-Ukhuwah ini, pembelajaran agama adalah hal yang paling utama, namun tidak mengenyampingkan bidang akademik dan minat bakat siswa. (AA)

Dampak Orang Tua Sibuk dengan Gadget

Oleh: Anggraini Prastikasari;

Kalian termasuk orang tua sibuk dengan gadget saat sedang bersama anak? Hentikan sekarang juga ya, karena hal tersebut bisa berdampak negatif pada perkembangan otak mereka. Saat ini perkembangan teknologi dan informasi memang sangat pesat. Apalagi dengan munculnya jaringan internet yang mempermudah segala aktivitas kehidupan menjadi serba online, mulai dari belanja, belajar, dan berkomunikasi.

Seiring perkembangan zaman, saat ini gadget sudah bisa dianggap sebagai kebutuhan pokok, akibatnya banyak orang menjadi terlena dan kecanduan terhadapnya. Contohnya banyak di antara kita para orang tua yang lebih memilih menghabiskan waktu bersama HP atau laptop dibandingkan sekadar menemani anak bermain, belajar, atau melakukan berbagai hal yang bermanfaat lainnya.

Setiap orang tua pasti ingin anak-anaknya pandai. Akan tetapi, seringkali terlupa bahwa kita sebagai orang tua merupakan teladan bagi anak-anak. Seharusnya kita mengutamakan kegiatan atau hal yang bermanfaat dan menjauhkan diri dari hal yang dapat menimbulkan banyak kerugian. Jangan sampai kita menghabiskan banyak waktu dengan gadget, tetapi anak yang begitu bermakna malah kita abaikan.

Adapun dampak jika orang tua sibuk dengan gadget, yaitu sebagai berikut:

Terkena radiasi gadget. Jika kita terlalu lama di depan laptop/HP, maka akan berdampak terkena radiasi gadget. Radiasi gadget dapat membuat orang tua lebih mudah stress, sehingga akan cepat marah atau mengabaikan anak-anaknya.

Memberi contoh buruk pada anak. Terlalu lama asyik dengan gadget juga dapat memberi contoh buruk pada anak, lho. Maka dari itu, jika kita sebagai orang tua tidak mau anak-anak kita kecanduan gadget, maka mulailah dari diri kita sendiri dahulu.

Quality time bersama keluarga berkurang. Jelas saja waktu terbaik bersama keluarga akan berkurang ya, jika waktu luang kita habiskan dengan asyik bermain gadget. Tidak mau hal ini terjadi? Yuk, hindari dari sekarang.

Anak berperilaku negatif dan pasif. Anak berperilaku negatif dan pasif karena kurang stimulasi orang tua.

Timbul kecemburuan anak terhadap gadget. Jangankan anak, kita sebagai orang tua juga pasti akan merasakan cemburu saat anak-anak kita lebih fokus bermain gadget dari pada ingin bermain bersama orang tuanya. Hal itu pula yang dirasakan anak-anak kita jika kita terlalu sibuk bermain gadget. Jangan salahkan anak, jika anak merasa sedih, kesal, mudah marah, dan kesepian. Hal itu pula yang dapat menghambat perkembangan sosial anak. Ternyata dampaknya sangat menyedihkan dan membahayakan ya. Gadget memang bisa memudahkan hidup kita, namun kita perlu membatasi waktu penggunaannya sehingga tidak mengganggu waktu berharga bersama keluarga dan sahabat. Selain itu, akseslah situs-situs yang memang bermanfaat dan membuat kita semakin cerdas! (Aps)

APA ITU LITERASI?

Oleh: Anggraini Prastikasari;

Kalian pasti pernah mendengar istilah literasi, kan? Seperti yang kita ketahui bahwa literasi merupakan kegiatan membaca. Namun, apa semua kegiatan membaca bisa disebut literasi? Yuk, kita bahas lebih dalam.

Dilansir dari wikipedia, istilah literasi dalam Bahasa Latin disebut sebagai literatus, yang berarti orang yang belajar. Secara garis besar, literasi sendiri ialah istilah umum yang merujuk pada kemampuan dan keterampilan seseorang dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, juga memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan seseorang dalam berbahasa.

Agar dapat memiliki kemampuan literasi yang baik, maka perlu adanya pembiasaan dalam membaca, menulis, berbicara, bahkan berhitung. Tahap pembiasaan ini untuk meningkatkan rasa cinta belajar, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkembangkan penggunaan berbagai sumber bacaan. Hal ini lah yang mendasari SMA IT Al-Ukhuwah melaksanakan kegiatan literasi setiap hari sebelum jam pembelajaran dimulai.

Tujuan kegiatan literasi ini yaitu untuk mengembangkan kemampuan anak dalam memahami teks dan mengaitkannya dengan pengalaman individu. Selain itu, hal ini dapat menciptakan dan mengembangkan budi pekerti yang baik, menciptakan budaya membaca di sekolah dan masyarakat, juga dapat meningkatkan pengetahuan dengan membaca berbagai macam informasi bermanfaat, serta dapat meningkatkan kepahaman seseorang terhadap suatu bacaan.

Adapun manfaat dari literasi yaitu dapat meningkatkan pengetahuan akan kosa kata, membuat otak bisa bekerja optimal, dapat menambah wawasan serta mempertajam diri dalam menangkap suatu informasi dari sebuah bacaan, juga mengembangkan kemampuan verbal dan melatih kemampuan berpikir/menganalisa, dapat melatih fokus/konsentrasi, serta dapat melatih diri untuk bisa menulis dan merangkai kata dengan baik.

Selain itu, kegiatan literasi juga dapat membantu anak dalam berfikir secara kritis serta mengelola kemampuan berkomunikasi dengan kreatif melalui kegiatan menanggapi buku bacaan dan buku pelajaran baik secara verbal, tulisan, visual, maupun digital.

Berikut ini adalah beberapa jenis literasi yang harus kalian ketahui, yaitu sebagai berikut:

Literasi Dasar. Literasi dasar adalah kemampuan dasar dalam membaca, menulis, mendengarkan dan berhitung. Tujuan literasi dasar ialah untuk mengoptimalkan kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, berkomunikasi dan berhitung.

Literasi Perpustakaan. Literasi perpustakaan adalah kemampuan dalam memahami dan membedakan karya tulis berbentuk fiksi dan non-fiksi, memahami cara menggunakan katalog dan indeks, serta kemampuan memahami informasi ketika membuat suatu karya tulis dan penelitian.

Literasi Media. Literasi media adalah kemampuan dalam mengetahui dan memahami berbagai bentuk media—media elektronik, media cetak dan lain-lain—dan memahami cara penggunaan setiap media tersebut.

Literasi Teknologi. Literasi teknologi adalah kemampuan dalam mengetahui dan memahami hal-hal yang berhubungan dengan teknologi misalnya hardware dan software, mengerti cara menggunakan internet serta memahami etika dalam menggunakan teknologi.

Literasi Visual. Literasi visual adalah pemahaman yang lebih akan kemampuan dalam menginterpretasi dan memberi makna dari suatu informasi yang berbentuk gambar atau visual. Literasi visual hadir dari pemikiran bahwa suatu gambar bisa “dibaca” dan artinya bisa dikomunikasikan dari proses membaca.

Begitu pentingnya kegiatan literasi dalam kehidupan ini. Maka dari itu, yuk kita sama-sama bangun minat berliterasi sejak dini. (APS)

SAAT MENAPAKI JALAN JUANG

Oleh: KH. Sugianto SIP.,SAN. ;

Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi berperang di jalan Allah, maka telitilah (cari keterangan), dan jangan kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu, “kamu bukan seorang yang beriman”,  (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia …” (An-Nisa: 94).

Taujihat Ilahiyah di atas menjelaskan dua arahan Allah SWT bagi siapapun yg menapaki jalan perjuangan:

TABAYYUN SEBAGAI ELEMEN VITAL

Allah SWT memerintahkan kepada kita, saat menapaki jalan juang harus mengedepankan tabayyun (check and re-check, konfirmasi dan teliti). Kenapa demikian? Karena saat menapaki medan jalan juang ini, kita akan selalu dihadapkan dengan dinamika yang beragam, baik dinamika interpersonal maupun dinamika intrapersonal. Selalu akan ada gesekan kepentingan antar satu dan yang lainnya, gesekan antar pribadi, maupun gesekan antar kelompok, dan dinamika itu menjadi sesuatu yang wajar terjadi dalam perjalanan berjamaah.

Oleh karena hal tersebut, maka sarana tabayyun menjadi sebuah keniscayaan dalam beramal jama’i. Dengan tabayyun maka dinamika gesekan tersebut akan menjadi elemen vital dalam memanaskan suhu perjuangan sehingga gesekan bisa terkelola dengan baik agar mengarah kepada pergerakan yang positif.

Tabayyun dalam pengertian “teliti” juga menjadi sebuah keniscayaan dalam perjuangan, karena ketelitian kita dalam menerima informasi menjadi sangat penting dalam mengambil sebuah kebijakan, teliti dalam menganalisis informasi dan teliti juga dalam mengelola pergerakan sebuah organisasi. Betapa banyak lembaga-lembaga yang hancur porak-poranda hanya karena ketidak telitian seorang pemimpin atau seorang prajurit dalam menganalisa dinamika yang ada.

Surat An-Nisa di atas, Allah SWT berbicara dalam konteks “berperang”, dalam konteks berperang saja, saat situasi mencekam dan beratnya tarikan-tarikan psikologis, Allah SWT tetap memerintahkan agar orang yang beriman mengendepankan prinsip tabayyun, apalagi jika dalam konteks “fi sabilillah” bukan dalam “alqital” (berperang). sudah barang tentu tabayyun menjadi lebih dari sebuah keharusan.

HINDARI PRASANGKA-PRASANGKA

Di saat terjadinya dinamika gesekan dalam jalan juang yang sedang ditapaki, hindari munculnya prasangka-prasangka dalam pikiran kita, karena prasangka-prasangka itu adalah alat jerat syaitan untuk menghacurkan barisan kaum muslimin. “Inna ba’dho dzonni itsmu” (sesungguhnya sebagian besar prasangka itu dosa).

Seorang manusia tidak memiliki kapasitas untuk tahu tentang motivasi orang lain dalam melakukan sesuatu, hanya dirinya dan Allah saja yang tahu persis maksud dan tujuannya. Menghindarkan diri dari prasangka atas apa niat orang lain, akan lebih baik dibandingkan dengan memunculkan pemikiran-pemikiran yang kontradiktif terhadap saudara kita yang sedang berjuang di jalan yang sama.

Surat An-Nisa di atas, menggambarkan juga bagaimana saat seorang mukmin berperang di jalan Allah menghadapi kaum musyrikin, ketika seorang musyrikin tersudutkan di medan perang dan kemudian dia mengucapkan dua kalimat syahadat, maka tidak boleh orang mukmin membunuhnya, karena prasangka bahwa orang musyrik itu mengucapkan syahadat karena sedang terdesak.

Kejadian ini pun pernah terjadi di zaman Rasulullah SAW, yang kemudian sahabat yang tetap membunuh musyrikin dalam kondisi terdesak itu, oleh Rasulullah SAW dimurkainya. Wallohu ‘alam bishowab.

5 Tradisi Indonesia yang Mendunia

Oleh: Anggraini Prastikasari;

Kamu pasti sudah tahu bukan, bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan alam dan budaya. Sebagai negara yang dilintasi oleh garis khatulistiwa, Indonesia tidak hanya menawarkan pesona keindahan alamnya yang memang sudah terkenal ke berbagai penjuru dunia, namun juga mempunyai keanekaragaman tradisi Indonesia yang mendunia.

Sebagai warga Indonesia sudah sepantasnya kita turut bangga dengan kebudayaan yang telah ada di negara tercinta ini. Sudah selayaknya kita ingin mewarisi budaya ini dengan mempelajarinya agar tidak kalah dengan warga negara asing yang justru sangat menghargainya.

Yuk, simak 5 tradisi Indonesia yang mendunia berikut ini :

  1. Batik

Batik adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang terkenal di manca negara. Rasa bangga juga terwujud saat mengenakan batik. Selain sebagai warisan budaya, memakai batik juga bagian dari upaya melestarikan tradisi. Apalagi kini kain motif yang syarat filosofi dan makna khususnya dari Jawa ini telah diakui UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity sejak 2 Oktober 2009.

2. Wayang

Wayang merupakan seni pertunjukan yang dimainkan oleh seorang dalang dan biasanya diiringi musik gamelan dan suara merdu seorang pesinden. Kisah yang diceritakan dalam lakon pewayangan biasanya berkisar tentang kisah para punakawan seperti Petruk, Semar, Bagong, dan Gareng. Hampir setiap orang Indonesia paham apabila wayang merupakan salah satu kesenian tradisional Indonesia, terutama yang tinggal di Jawa. Wayang kian populer sejak diakui UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity sejak 7 November 2003.

3. Angklung

Angklung merupakan alat musik kesenian tradisional dari Jawa Barat bernada ganda yang dimainkan dengan cara digoyangkan. Alat musik Angklung Indonesia telah mendapat pengakuan resmi dari UNESCO sebagai bagian dari World Heritage pada 19 Januari 2011. Angklung juga sangat digemari di luar negeri, seperti Korea, Jepang, dan Malaysia yang telah mengenalkan angklung pada anak-anak usia sekolah di negara mereka masing-masing. Seperti kita tahu, salah satu seniman asal Bandung, Jawa Barat, Udjo Ngalagena mendirikan sebuah tempat pertunjukan, pusat kerajinan tangan dari bambu, dan workshop instrument musik dari bambu termasuk angklung ini. Sanggar yang kita kenal dengan sebutan Saung Angklung Mang Udjo yang berdiri sejak tahun 1966.

4. Keris

Keris juga menjadi salah satu tradisi Indonesia yang mendunia. Keris adalah  senjata tradisional dari Indonesia yang diyakini mengandung kekuatan magis atau supranatural. Keris terbuat dari logam berkualitas, bahkan untuk keris kuno, banyak ditemukan terbuat dari bahan logam meteor yang jatuh ke bumi. Keris biasanya digunakan oleh para anggota kerajaan sebagai senjata pusaka yang dituakan. Keris sendiri telah digunakan di Indonesia sejak abad ke-9. UNESCO juga mengakui Keris sebagai “Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity” pada tanggal 25 November 2005.

5. Tari Saman

Tari Saman merupakan tarian yang berasal dari suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat daerah setempat. Syair yang digunakan dalam tarian Saman menggunakan campuran bahasa Arab dan bahasa Gayo. Dalam beberapa referensi menyebutkan bahwa tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari daerah Gayo di Aceh Tenggara. Bahkan, tari Saman ini pernah dipertunjukkan secara spektakuler dalam perhelatan besar berskala dunia pada tahun 2018 dalam acara 18th Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Saman sudah diakui UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 24 November 2018.

Nah, kalian sudah tahu kan tradisi Indonesia yang mendunia. Yuk, sama-sama lestarikan budaya negeri kita. Jika bukan kita, siapa lagi? (Aps)

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial
×

Assalamu'alaikum wr wb

Silahkan hubungi tim kami untuk menjawab pertanyaan Bapak/Ibu

×